Tahun Politik

Tahun 2014 adalah tahun politik. Begitu kata beberapa politisi negeri ini. Tapi apa itu tahun politik? Jika merujuk pada konteks peredaran istilah...

MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  Setelah kita membahas empat contoh bentuk pengkhianatan kepada doa sendiri, akan kita bahas poin lain agar kita mau berusaha sesudah kita berdoa...

Bincang Natal

  1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an (kristolog Jogja -red); "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita...

Nostalgia Kedua

Ini masih tentang gugatan seorang mahasiswa bahwa kisah tentang peradaban Islam yang katanya tidak lebih dari nostalgia masa lalu Islam yang dulu...

Mengkhianati Do'a Sendiri (1)

Mengkhianati Do'a Sendiri (1)

  Doa merupakan rangkaian ibadah yang tidak terpisahkan di dalam Islam, bahkan Rasulullah saw menyebutnya dengan sumsum ibadah. Setiap orang yang...

  • Tahun Politik

  • MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  • Bincang Natal

  • Nostalgia Kedua

  • Mengkhianati Do'a Sendiri (1)

    Mengkhianati Do'a Sendiri (1)

Articles

Manhaj Dakwah Islam

Rasulullah Saw diutus untuk membawa ajaran yang sama sebagaimana yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya, yaitu untuk membimbing umat manusia taat kepada Allah, mengesakan-Nya dan hanya mengabdi kepada-Nya.

Islam adalah agama Dakwah, setiap orang yang telah masuk Islam maka di dalam dirinya harus siap untuk memikul tugas dakwah. Rasulullah Saw senantiasa membimbing para sahabatnya bagaimana dan apa yang harus disampaikan kepada golongan yang baru pertama kali menerima dakwah Islamiah.

Marilah kita merenungkan salah satu hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra;

“Sesungguhnya Rasulullah Saw saat mengutus sahabat Muaz bin Jabal ra, untuk berdakwah ke Negri Yaman, beliau berpesan:

“Sesungguhnya kamu akan mendatangi satu golongan dari ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani ), maka hendaklah pertama kali yang kamu dakwahkan kepada mereka adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dalam riwayat lain hendaklah mereka mengesakan Allah SWT, bila mereka menerima ajakanmu, maka beritahukan bahwa Allah mewajibkan atas mereka salat llima waktu dalam sehari semalam, bila mereka menerima ajakanmu, sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan untuk mengeluarkan zakat yang diambil dari harta orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang miskin, bila mereka mengikuti seruanmu, maka hendaklah engkau menjaga kehormatan harta mereka dan berhati-hatilah dengan do’a orang yang teraniyaya, karena sesungguhnya tidak ada pembatas antara dia dan Allah swt ”.(HR. Bukhori-Muslim)

Hadis diatas memberikan tuntunan kepada para Da’i tentang langkah-langkah yang harus di tempuh saat menyampaikan dakwah kepada orang yang baru pertama menerima dakwah Islamiah. Pertama; menyeru manusia untuk mengesakan Allah, beribadah hanya kepada-Nya, bukan kepada batu, pohon, matahari, bulan, orang soleh dan nabi sekalipun.  Karena Dialah yang telah menciptakan, memelihara, mengurus, dan membimbing manusia. Dialah Allah yang menghidupkan dan mematikan manusia, yang memberi makan dan minum kepada manusia, hanya kepada-Nya manusia meminta pertolongan, berlindung dari segala keburukkan dan kejahatan, serta bertawakal. Inilah ajaran tauhid yang merupakan asas / pondasi dari ajaran Islam. Rasulullah Saw selama tinggal di Mekkah kurang lebih 13 tahun, ajaran yang sangat di tekankan adalah tauhid.Bila tauhidnya tidak benar maka akan mempengaruhi amalan-amalan Islam yang lain, sehingga menjadi sia-sia. Menurut para ulama kalimat ” laa ilaa ha illallah “ bukan hanya sekedar ucapan dalam lisan namun seseorang harus mengetahui makna nya secara mendalam serta meyakini apa yang di ucapkan tanpa keraguan sedikitpun, kemudian berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengerjakan apa saja yang di perintahkan dan meninggalkan semua yang di larang dengan penuh ketundukan kepatuhan dan keihlasan. Sementara makna kalimat  “ Muhammad Rasulullah “ adalah seseorang harus membenarkan dan meyakini apa yang di bawa oleh Rasulullah saw baik menyangkut persoalan akidah, ibadah muamalah dan yang lain lainnya. Serta mengamalkannya sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya bukan menurut kehendak nafsunya.

Kedua: setelah menyampaikan ajaran tauhid dengan baik dan benar baru seseorang di perkenalkan ajaran islam yang lainnya terutama yang terkait dengan persolan ibadah , muamalah akhlak dan lain lainnya. Salah satu ibadah yang pertama kali harus diajarkan adalah solat lima waktu dalam sehari semalam. Solat adalah salah Satu rukun islam yang sangat penting dalam ajaran islam. Solat adalah iabadah yang melambangkan ketundukan dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah swt.

Rasullah saw bersabda salat adalah sebaik-baik ketetapan allah swt

Dalam hadis yang lain  rasulullah saw bersabda : “ pembeda antara seseorang

Dengan kekufuran adalah meninggalkan salat. “ ( HR.Ahmad Muslim dari jabir bin Abdullah ra ) salat yang di kerjakan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntuan Allah dan rasul -Nya dengan terpunuhi syarat rukun dan sunah-sunahnya maka Allah berjanji akan menghapus segala dosa dan kesalahan-kesalahannya. Sahabat Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “ apa pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan rumah seseorang dari kalian lalu la mandi di dalamnya lima kali sehari apakah kotoran masih melekat pada tubuhnya ? jawab para sahabat “ tidak “ kotoran tidak akan melekat pada tubuhnya, sabda beliau saw: “ itulah perumpamaan salat lima waktu, dengan mengerjakannya, Allah swt akan menghapuskan dosa –dasanya. ( H.R. Bukhari- Muslim)

Ketiga; setelah seruan salat mereka tegakan, maka ajaran Islam berikutnya yang harus mereka laksanakan adalah menunaikan zakat. Sebenarnya zakat adalah salah satu ibadah yang melambangkan hubungan baik seseorang dengan sesama. Sementara salat adalah ibadah yang melambangkan hubungan baik antara seorang hamba dengan Tuhannya, didalam al-Qur’an sekian banyak ayat selalu menggandengkan antara perintah salat dan zakat. Seolah hal ini mengisyaratkan bahwa tidaklah sempurna salat seseorang kalau tidak mengeluarkan zakat dan tidaklah sempurna zakat seseorang kalau tidak menegakkan salat. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Zakat dalam ajaran Islam di keluarkan bagi mereka yang kaya atau mampu yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan seperti telah mencapai nisab dan haul.

Ajaran zakat sesunggunya memberikan motivasi kepada kaum muslimin agar hidup harus bekerja keras sehingga mampu menjadi seorang yang bisa berbagi dengan sesama, berusaha untuk selalu memberi ketimbang menerima. Dengan mengeluarkan zakat harta akan menjadi bersih, berkah dan berkembang dan menghilangkan penyakit bakhil/ kikir bagi seseorang yang mengeluarkannya. Ketika seorang muslim sudah mengindahkan ajaran-ajaran yang telah disebutkan di atas, maka dia telah menjadi seorang yang mulia dan terhormat. Sehingga berhak mendapatkan perlakuan yang layak dan adil sesuai dengan tuntunan Islam.

Pesan terakhir Rasulullah Saw kepada Muaz bin Jabal adalah hendaknya berhati-hati dalam bersikap, berucap dan berbuat jangan sampai ada orang yang terdzolimi/ teraniaya dengan hadirnya ajaran Islam. Bagaimana ajaran Islam bisa memberikan kenyaman dan perlindungan kepada seluruh umat manusia. Sampai-sampai Rasulullah memperingatkan “ Hati-hati dengan do’anya orang-orang yang teraniaya karena tidak ada pembatas antara dirinya dengan Allah Swt”.

Islam hadir untuk membawa rahmat bukan laknat, kedamaian bukan keresahan, persaudaraan bukan permusuhan, kesatuan bukan perpecahan, dan membimbing manusia agar masuk kedalam surganya Allah Swt, yang penuh dengan kedamaian dan keselamatan. Amiin…………Semoga!!! 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter
bannerMuballihgMuballighah