Amanah

  Amanah secara etimologis berasal dari bahasa Arab dalam bentuk mashdar dari (amina- amanatan) yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Sedangkan...

Tahun Politik

Tahun 2014 adalah tahun politik. Begitu kata beberapa politisi negeri ini. Tapi apa itu tahun politik? Jika merujuk pada konteks peredaran istilah...

MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  Setelah kita membahas empat contoh bentuk pengkhianatan kepada doa sendiri, akan kita bahas poin lain agar kita mau berusaha sesudah kita berdoa...

Bincang Natal

  1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an (kristolog Jogja -red); "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita...

Nostalgia Kedua

Ini masih tentang gugatan seorang mahasiswa bahwa kisah tentang peradaban Islam yang katanya tidak lebih dari nostalgia masa lalu Islam yang dulu...

  • Amanah

  • Tahun Politik

  • MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  • Bincang Natal

  • Nostalgia Kedua

Articles

Menggapai Maghfirah

Ma`asyiral mukminin rahimakumullah…

Jika kita mencermati firman Allah swt dalam surah Al-Baqarah ayat ke 183, yang berbunyi ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Maka melalui puasa ramadhan ini, dengan bekal iman yang kita miliki, kita ingin meraih derajat ketaqwaan, dan meraih sesuatu berarti upaya mengapai apa yang ada di depan kita yang menjadi harapan.

Namun jika kita menyimak dengan baik salah satu sabda Rasulullah saw tentang puasa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim , yaitu

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang menegakkan (amalan-amalan) Ramadhan dengan keimanan dan semata-mata hanya berharap ridha Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu”

Sesungguhnya ketika seseorang diampuni maka ia sedang mendapat maghfirah dari Allah swt, dan tidak ada maghfirah melainkan ada dosa atau dan kesalahan. Ternyata jika disimak dengan baik sabda Nabi ini tidak hanya menginformasikan salah satu keutamaan puasa yaitu akan diampunkannya dosa terdahulu namun juga memberi penegasan bahwa kita ini bersalah sehingga butuh untuk diberi pengampunan karena tiada pengampuna melainkan ada kesalahan. Maka hadits ini memberi penegasan kepada para shoimin dan shoimaat agar disadari bahwa mereka yang sedang sangat berharap menggapai asanya di bulan Ramadhan ini teryata mereka juga manusia yang sangat mungkin memiliki kesalahan yang perlu dimintakan ampunannya kepada Allah swt.

Hadirin Rahimakumullah…

Jika seluruh umat islam yang sedang berpuasa mengharapkan maghfirah dari Allah swt termasuk diri kita, bagaimanakah seharusnya sikap seorang mukmin ketika berharap pengampunan Allah swt ? dan bagaimanakah Allah swt yang kita harapkan ampunan-Nya menyampaikan firman-Nya terkait dengan pengampunan ini. Mari kita simak firman Allah berikut ini :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133)

Pada ayat yang lain Allah swt menegaskan ;

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. Al-Hadid : 21)

Ternyata terkait penggapaian maghfirah ini, Allah swt memilih kata “Saari`uu” bersegera dan kata “Saabiquu” berlomba-lombalah. Ibarat bola maka mereka bukanlah orang-orang yang hannya menunggu diam di tempat namum mereka adalah para penjembut bola yang sangat aktif. Mereka yang mengharap maghfirah adalah orang-oarang yang tidak menunda, tapi bersegera, tidak hanya diam bahkan mereka berlomba untuk menjadi pemenang peraih bola mahfirah itu.

Oleh karenanya Ramadhan ini menjadi medan berlomba untuk meraih maghfirah-Nya. Maka sudah sepantasnya jika sebanyak mungkin kebaikan akan dilakukan untuk menghiasai bulan ini, sesedikit mungkin keburukan dilakukan agar kita banar-benar pantas menjadi pribadi yang berhak mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang pernah tertorehkan dalam lembaran hari-hari yang telah berlalu. Segala upaya yang dilakukan juga demi mengantarkan diri kita menjadi pribadi yang pantas mendapatkan predikat taqwa dari Allah swt yang memang menjadi tujuan utama dari ibadah puasa ini.

Demikian khutbah yang singkat itu semoga memberi manfaat. semodga kiranya kita dimudahkan menapaki jalan kebenaran dan senantiasa terbimbing dalam meniti Ash-shirathal mustaqim. Amien. (sm)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter
bannerMuballihgMuballighah