nuansaislam.com

Saturday
May 19th
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Agenda Sebelum Mati (1)

Agenda Sebelum Mati (1) 

Kematian merupakan sesuatu yang pasti meskipun kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Karena itu, tidak penting kapan enaknya mati dan tidak pentingnya juga dimana enaknya mati. Tapi yang terpenting adalah dalam keadaan bagaimana seharusnya kita mati, yakni dalam keadaan tunduk, taat dan berserah diri kepada Allah swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim (QS Ali Imran [3]:102).

Dan Masjid Pun Menangis 

Ini bukan kisah nyata. Hanya rekaan sunyi. Setiap yang bermula pasti ada akhir. Kemudian yang ada hanya diam. Seperti sebuah peristiwa yang berlalu meninggalkan debu dan desau angin. Bahkan pernikahan seorang keturunan bangsawan yang berlangsung tujuh hari tujuh malam yang gemerlap dan meriah penuh makanan dan minuman di mana semua orang bergembira, tetap harus berakhir di ujung hari ketika semua tamu berpulangan dan tenda serta panggung pesta digulung. Yang tersisa hanya gelas-gelas plastik air mineral bertebaran dipunguti pemulung.

Pejuang yang Dermawan 

Ketika Thalhah berdagang ke kota Bashrah, ia bertemu seorang pendeta yang amat baik. Pendeta itu menyatakan bahwa di kota Makkah akan muncul seorang rasul dan kini masanya sudah tiba. Thalhah diperingatkan agar jangan sampai mengabaikan kerasulan itu.Ternyata benar, ketika Thalhah tiba di Makkah, banyak orang membicarakan Muhammad Al Amin. Thalhah kemudian menyatakan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq tentang itu dan ternyata ia mengetahui bahwa Abu Bakar memang berada di samping Nabi Muhammad saw dalam perjuangan menyiarkan Islam. Ia menjadi rindu kepada Muhammad yang agung dan akhirnya ia pun masuk Islam.

Memenuhi Akad

Memenuhi Akad 

Dalam kehidupan ini ada aqad-aqad atau perjanjian yang kita lakukan, baik kepada Allah Swt maupun kepada manusia yang kesemuanya harus kita tunaikan karena hal ini merupakan sesuatu yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt dalam kehidupan di akhirat nanti. Bahkan, perjanjian dengan manusia pun akan dimintai pertanggungjawaban di dunia ini.

Perkara Baik dan Lebih Baik

Perkara Baik dan Lebih Baik 

Setiap manusia pasti ingin menjadi orang baik bahkan yang paling baik atau terbaik dari yang lainnya. Hal itu tidak bisa diwujudkan begitu saja, kecuali dengan usaha yang sungguh-sungguh, memiliki ikatan yang kuat kepada Allah swt dan memiliki jalinan hubungan yang baik kepada sesama manusia. Dalam kaitan ini, kita harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar (memerintahkan orang lain melakukan kebaikan dan mencegahnya dari keburukan), berakhlak baik, beramal baik, bermanfaat bagi orang lain, bertutur kata yang baik dan sebagainya yang termasuk dalam kategori perkara baik. Dalam buku Nashaaihul ‘Ibaad yakni nasihat-nasihat untuk para hamba yang ditulis oleh Imam Nawawi Al-Bantani dijelaskan…

1 2 3 4 5

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Baner

Kata Bijak

  • Sebesar-besar keutamaan dalam ibadah tidak akan menggugurkan kewajiban yang harus kita tunaikan.
  • Ketika Hati Tertutup, Yang Tidak Masuk Bukan Hanya Petunjuk dan Nasihat, tapi Kesesatan dan Kesalahan Yang Ada Tidak Bisa Keluar Dari Dalam Dirinya.
  • Bersahabat dengan orang baik akan kita dapatkan kebaikan darinya, bersahabat dengan orang buruk menjadi ladang amal untuk memperbaiki orang itu.
  • Waktu memang tak terbatas – tapi waktu kita terbatas
  • Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan